Rabu, 19 Januari 2022

MANUSIA CEPAT MELUPAKAN

 
A. Hamid Husain

Manusia sangat cepat melupakan jasa dan kebaikan orang. Bahkan cenderung hanya berbaik baik jika ada maunya, dan lupa jika sudah dapat.

Hanya Allah SWT satu satu Nya Yang tidak pernah melupakan kita, maka teruslah mendekat dan mendekat kepada Nya. Hanya Allah Yang bisa kita andalkan dan harapkan. 

الله الصمد

"Allaahus Somad".

(Hanya Allah tempat kita meminta, bersandar dan menggantungkan diri).

TRUE STORY;

لو علمت السرعة التى سينساك الناس بها بعد موتك فلن تعيش حياتك لارضاء احد سوى الله 

اللهم انا نسألك حسن الخاتمة.

Artinya:

"Kalaulah engkau tahu dan sadari bahwa begitu cepatnya orang orang melupakanmu setelah kematianmu, maka engkau dalam hidupmu jangan lagi tergila gila mencari muka dan mencari pujian dari MANUSIA, kecuali hanya pada Allah.

Yaa Allah, sungguh aku memohon padaMu Husnul Khaatimah".


POINTERS:

1. Teruslah membina dan memperkokoh Silatur Rahim niat karena Ibadah pada Allah semata,  bukan karena ada udang di balik batu.

2. Maka, waktu selalu diutamakan untuk Allah, bukan SISA SISA waktu untuk Allah. 

Beribadahlah sebaik baiknya selagi sehat, jangan ingat Allah  hanya waktu sakit dan sulit.

3. Teruslah mendekat kepada Allah hingga menggapai Husnul Khaatimah.

Karena yang diinginkan Allah SWT dari Hamba Nya adalah bagaimana Hamba Nya menyelesaiikan segala sesuatunya dengan baik, Husnul Khaatimah.

4. Mulai sekarang  perdalam penghayatan dan tadabbur makna 4 Surah Pendek yang ada di PENGHUJUNG 

Al Quran, yaitu;

- Qul yaa Ayyuhal Kaafiruun....

- Qul Huwallaahu Ahad....

- Qul A'uudzu Bi Rabbil Falaq....

- Qul A'uudzu Bi Rabbin Naas....

Karena, Rasulullah SAW memang berpesan dan wanti wanti, agar setiap akan tidur JANGAN lupa membaca ke 4 Surah pendek tersebut.


Oleh:

A.Hamid Husain

Alumni:

- Gontor, Ponorogo.

- Universitas Raja Abdulaziz, Jeddah.

- Universitas Umm Al Qura, Makkah.

- Ketua Umum Yayasan Alhusniyah.

Alfaatihah,

Aamiin.

Senin, 10 Januari 2022

ATASI SAKIT ALA NABI


A. Hamid Husain

Jika lelah, capek atau sakit, lakukanlah P3K atau "Pertolongan Pertama Pada Kesehatan" ala Nabi, dengan  relaksasi, memijat memijat bagian yang sakit seraya membaca  Surah Surah PENDEK dari Al-Quran.


Surah yang amat singkat  namun MEREDAKAN dan menenangkan. Surah surah pendek ini dinamakan: المعوذات "AL-MU'AWWIDZAAT" yang artinya "AYAT AYAT PELINDUNG".



TRUE STORIES:


Isteri Rasulullah SAW menuturkan: 


حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى يَقْرَأُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ وَيَنْفُثُ فَلَمَّا اشْتَدَّ وَجَعُهُ كُنْتُ أَقْرَأُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُ بِيَدِهِ رَجَاءَ بَرَكَتِهَا 

(رواه البخاري).


Artinya;

"Ummul Mukminiin Aisyah RA isteri Rasulullah SAW menuturkan bahwa;

Apabila  Rasulullah SAW mengeluhkan ada yang dirasa sakit di badannya, maka  Rasulullah membaca  Surah 

AL MU'AWWIDZAAT ini;

(Qul Huwallaahu Ahad, Qul A'uudzu Birabbil Falak dan Qul A'uudzu Bi Rabbin Naas), lalu ditiupkan ke bagian yang sakit (dan diusapkan).

Jika agak berat sakitnya, maka sayalah yang  membacakannya, lalu saya tiupkan ke tangannya untuk diusapkan (untuk diusap usapkan) ke bagian yang sakit mengharap keberkahan tangannya".

(Hadits Sahih Riwayat Al-Imam  Al-Bukhari).


POINTERS:

  1. Yakinkan dalam hati yang paling dalam bahwa; hanya Allah SWT yang Maha Penyembuh.

  2. Ke 3 Surah pendek yang disebut  AL MU'AWWIDZAAT ini

المعوذات

Yang juga merupakan 3 Surah TERAKHIR dalam Al Quran, yaitu :

- Qul Hu....

- Qul A'uudzu Bi Rabbil Falak, & 

- Qul A'uudzu Bi Rabbin Naas...

Selain MEREDAKAN sakit, juga MELINDUNGI kita dari banyak gangguan yang bersifat non fisik, gangguan Jin dan gangguan kejahatan lainnya.

  1. Setiap membaca Al-Quran, yakini dengan Haqqul Yaqiin, bahwa "Al-Quran adalah Kalimat Suci yang MENYEMBUHKAN"

شفاء لما فى الصدور.

  1. Jika mau yang lebih AFDOL lagi, tambahkan DOSIS nya, dari hanya 3 Surah menjadi 5, yaitu :

  1. Surah Al Faatihah

  2. Ayat Kursi

  3. Surah Al Kaafiruun (Qul Yaa Ayyuhal Kaafiruun....)

  4. Surah Al Ikhlas (Qul Hu.....)

  5. Surah Al Falak (Qul A'uudzu Bi Rabbil Falak...) &

  6. Surah An Naas (Qul A'uudzu Bi Rabbin Naas...).

  1. Ayat ayat Al Quran tersebut di atas adalah ROH, konten, Inggredients, isi, inti atau kandungannya. Setiap obat perlu cangkang, casing,  pembalut atau wujud, maka ia akan berwujud kapsul, tablet, serbuk atau cairan. Nah, demikian pulalah, upaya kesembuhan Ala Nabi dengan Ayat Ayat Al Quran, perlu ada CANGKANG, wadah, berupa IKHTIAR, upaya untuk sembuh yaitu BEROBAT. Karena Allah tidak menjatuhkan buah dari pohon untuk datang ke hadapan kita, tapi harus ada upaya, ikhtiar untuk memetiknya. Maka selain membaca Ayat ayat Al Quran untuk sembuh, haruslah diiringi dengan ikhtiar BEROBAT.

  2. Agar terasa reaksinya, maka saat membaca ayat ayat Al-Quran ingat pesan Al-Imam Ar-Ruumi ;

"Jika kamu membaca Al-Quran dengan matamu, kamu akan mendapatkan untaian kata kata indah". 

Jika kamu membaca Al-Quran dengan akalmu, kamu akan mendapatkan ilmu.

Jika kamu membaca Al-Quran dengan hatimu, kamu mendapatkan cinta dan kadamaian hati.

Dan jika kamu membaca Al-Quran dengan SEGENAP jiwamu dan pikiranmu kamu akan mendapatkan Allah SWT.

(Jalaluddin al Rumi).


Semoga, Allah SWT, senantiasa Melindungi, Merahmati dan Menjauhkan kita dari semua penyakit, kegelisahan dan gangguan kejahatan.

Sungguh hanya Allah Yang bisa kita harapkan.



Oleh:

A. Hamid Husain

Alumni:

- Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo.

- King Abdulaziz University, Jeddah

- Umm Al Qura University, Makkah.


- Pimpinan Umum Yayasan Alhusniyah Riau


Alfaatihah

Aamiin.


Sabtu, 05 Juni 2021

PEMINATAN ATAU PENJURUSAN PESERTA DIDIK SMA ISLAM ALHUSNIYAH

Apa itu Peminatan?
 
Kriteria Peminatan/Jurusan adalah program kurikuler yang disediakan untuk mengakomodasi pilihan minat, bakat dan/atau kemampuan peserta didik dengan orientasi pemusatan, perluasan, dan/atau pendalaman mata pelajaran dan/atau muatan kejuruan.
 
Peminatan di SMA Islam Alhusniyah
  1. Peminatan Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) atau Sains yang meliputi mata pelajaran Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia.
  2. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) atau Ilmu-Ilmu Sosial yang meliputi mata pelajaran Geografi, Sejarah, Sosiologi dan Antropologi, Ekonomi
Cara Memili Peminatan
 
Seharusnya, peminatan tak perlu membuatmu pusing karena pada dasarnya sekolah telah memiliki sistem yang membantumu memilih kelas MIPA/MIA, IPS/IIS. Acuan dasar peminatan biasanya pada nilai rapormu dari SMP/MTs. Jadi bila, misalnya, nilai mata pelajaran IPA pada rapormu lebih bagus dibanding mata pelajaran IPS, kemungkinan besar kamu akan diarahkan untuk masuk kelas IPA.
 
Lantas bagaimana bila ada matapelajaran yang juga menarik minatmu, tapi tak ditawarkan pada peminatanmu? Misalnya, kamu berada dikelas IPA, tapi kamu juga tertarik pada Geografi atau Ekonomi ataupun Sosiologi. Disinilah kamu bisa memanfaatkan lintas minat.
 
Lintas Minat
 
Selain matapelajaran wajib (Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Sejarah Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, Olahraga, dan Prakarya dan Kewirausahaan) dan Ditambah Pelajaran Yayasan (Bahsa Arab, Al-Qur’an Hadits, Fikih dan Akidah), kamu juga mendapat tambahan matapelajaran peminatan. Bila berada dikelas MIPA, kamu akan mendapat matapelajaran Matematika, Biologi, Fisika, dan Kimia. Bila berada dikelas IPS, kamu akan belajar Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.
 
Kemudian, kamu masih berhak menambah dua matapelajaran lintas minat dikelas X. Misalnya kamu berada dikelas IPA, matapelajaran lintas minatmu bisa Biologi dan Ekonomi, Ekonomi dan Sosiologi, atau Ekonomi, Bahasa Inggris dan lain sebagainya. Dikelas XI dan XII, kamu bisa melanjutkan satu saja matapelajaran lintas minatmu. Disinilah kamu perlu mempertimbangkan matapelajaran apa yang dirasa cukup dan apa yang masih perlu didalami lagi.
 
Lantas apa yang menjadi acuanmu untuk memilih matapelajaran lintas minat? Jawabannya ada pada dirimu sendiri.
 
Sebagai ilustrasi, Anto ingin menjadi seorang ahli tambang. Untuk itu, Anto berencana kuliah di Jurusan Teknik Geologi yang memerlukan dasar IPA kuat. Jadi, Anto masuk kelas IPA dan mengambil lintas minat pelajaran Geografi untuk mendukung tujuannya. Dikelas X, untuk memperdalam pengetahuan Kimia, Anto menambahkan matapelajaran tersebut pada lintas minatnya.
 
Beda lagi dengan Tono, yang ingin mengikuti jalur IPS pada SNMPTN. Berada di kelas IPS, Tono merasa masih perlu belajar Fisika dan Kimia, sehingga menjadikan keduanya sebagai pilihan matapelajaran lintas minat. Dikelas XI dan XII, Tono harus memutuskan untuk melanjutkan kelas Fisika atau Kimia saja.
 
Dari kedua ilustrasi di atas, penentuan lintas minat benar-benar ditentukan oleh keputusanmu sendiri, berbeda dari peminatan. Disinilah kemampuanmu untuk berpikir mandiri dan jauh kedepan diperlukan.

PEMINATAN ATAU PENJURUSAN PESERTA DIDIK SMA ISLAM ALHUSNIYAH

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN 2026

 PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU TAHUN PELAJARAN 2026/2027 KLIK DI SINI UNTUK MENDAFTAR